Jumat, 14 Agustus 2015

POSISI DIRI KITA DIHADAPAN ALLAH SWT

Dalam hidup ini terkadang kita sering berpikir, apa yg kita cari selama hidup didunia ini, ingin kaya-raya, punya jabatan tinggi, terkenal, disanjung-sanjung, dipuji-puji orang, apakah semuanya itu dapat menjamin nasib kita di akhirat nanti?, apakah semua itu bisa menjadi ukuran bahwa seseorang bakal masuk sorga? apakah orang kaya yg mempunyai jabatan tinggi akan memiliki derajat yg tinggi pula dihadapan Allah?, apakah kalau kita hidup miskin derajat kita jadi rendah dihadapan Allah?, jawabannya tentu saja tidak," Itu semua bukanlah ukuran derajat seseorang dihadapan Allah swt, dan semuanya bukanlah jaminan bahwa seseorang bakal masuk surga ataupun masuk neraka.
Allah menilai derajat seseorang lebih kepada ketaqwaannya, yaitu sejauh mana orang itu menjalankan segala perintah-perintah-Nya, dan sejauh mana orang itu menjauhi segala larangan-larangan-Nya, karena Allah menilai derajat seseorang itu lebih karena ketaqwaannya, maka siapapun mempunyai peluang untuk memiliki derajat yg tinggi disisi-Nya, tidak perlu harus kaya-raya punya jabatan tinggi, menjadi seorang ustad atau kyai sekalipun, itu semua bukanah jaminan,!! seorang Gembel pun yg sering pakai sendal jepit, yg pakaian nya compang-camping, yg hidupnya dipinggir jalan, bisa saja memiliki derajat yg tinggi dihadapan Allah swt, karena mungkin selama hidupnya tidak pernah menunjukan ketaatannya dalam berIbadah dihadapan manusia, tapi hatinya selalu mengingat Allah dgn zikir", mereka menyembunyikan segala atribut ketaqwaannya hanya untuk mendapatkan rhido Allah swt, sehingga luput dari pandangan orang-orang awam.
Saya masih ingat kata-kata KH Lukman Hakim, beliau pernah berkata, "bahwasanya orang-orang yg memiliki derajat yg tinggi dihadapan Allah swt, terkadang tidak Mau menampakan posisinya dihadapan manusia, mereka lebih mementingkan posisinya dihadapan Allah swt, dan mereka rela terhadap apapun perlakuan manusia terhadap dirinya, segala hinaan, cacian, mereka terima sebagai sebuah ujian dari Allah swt, mereka bersabar untuk mengharapkan rhido Allah, dan mereka bersyukur untuk mengharapkan kemulyaan dari Allah swt. Dan sesungguhnya orang-orang yg selalu ingin dilihat, dipuji-puji, atau disanjung-sanjung orang lain sebenarnya orang itu telah merendahkan derajatnya sendiri dihadapan Allah swt, mereka hina dihadapan Allah swt, karena mereka hanya ingin dilihat oleh manusia yg mahluk yg sangat kecil, bukan oleh yg Maha menciptakan mahluk, Allah swt,
Semoga kita termasuk kedalam golongan orang-orang yg sabar, yg selalu taat terhadap segala perintah dan larangan-larangan-Nya, sehingga kita akan mendapatkan derajat dan kemulyaan yg tinggi disisi-Nya kelak di akhirat nanti. Amin..
Hanya sekedar corat_coret.
Yyn_

Tidak ada komentar: