Beberapa hari ini ada sesuatu yg mengganjal di hati dan fikiran saya, yaitu tentang penomena yg mungkin sudah menjadi perhatian banyak orang di negara kita ini, seperti maraknya pembegalan di jalan2 yg mulai meresahkan masyarakat luas, lalu beberapa minggu berselang muncul kasus prostitusi artis dan juga para pejabat yg terlibat kasus korupsi, Entah kasus apa lagi yang ada disekitar kita yang akan muncul kepermukaan, mungki hanya tinggal menunggu waktu.
Manusia dijaman sekarang sudah tidak takut lagi melakukan tindakan2 kejahatan, bahkan sesuatu yg dianggap tabu pun, bukan lagi menjadi hal yang memalukan untuk dilakukan dan harus ditutup tutupi. Saya kadang "perfikir,"mengapa mereka melakukan hal2 semacam itu, lalu faktor apa yg menjadi penyebab dan melatar belakangi mereka melakukan hal semacam itu, dari semalam sebenarnya saya ingin sekali menulis tentang hal ini, tpi sayangnya otak saya terasa beku, sehingga belum menemukan bahan inspirasi yg harus yg saya tuangkan kedalam blog saya ini, tapi Alhamdulillah" keesokan hari nya di sela2 jaga warung sambil melayani pembeli, ditambah teriknya matahari siang yg panas membara, membuat otak saya terasa encer kembali, hehe....disamping itu sebelumya saya juga bertemu dengan beberapa orang teman, dan entah kenapa tiba2 saja saya mendapat inspirasi dari orang2 yg pernah singgah di warung saya tadi, saya melihat dan merasakan, baik teman maupun orang2 yg dulu pernah saya kenal, mereka kini sudah jauh berbeda, berbeda bukan semata-mata karena materi yg mereka punya, tapi lebih kepada cara pandang dan gaya hidup mereka yang sudah jauh berbeda, mungkin juga karena faktor materi dan pergaulan yg membuat cara pandang dan gaya hidup seseorang jadi berubah, cara pandang yg menilai orang lain Berdasarkan apa yg dimiliki dari sudut materi, bukan berdasarkan sifat baik buruknya tingkah laku seseorang yang mereka lihat, gaya hidup matrialistis semacam ini yg terkadang mejadikan seseorang cenderung ingin menonjolkan diri diantara yg lain nya, dan terkesan masing masing, sifat tegang rasa diantar sesama pun saya rasakan sudah mulai memudar. Saya bertanya2 dalam hati," mungin inikah gaya hidup matrialis dan hedonis, yg sering hadir dikota2 besar, yg menjadi faktor penyebab munculnya penomena2 kejadian diatas, dan sepertinya gaya hidup semacam ini bukan lagi menjadi milik orang2 kota, namun sudah merembet hingga ke plosok2 desa, banyak diantara mereka yg mulai terjebak gaya hidup matrialistis dan hendonis yg menjadikan materi sebagai ukuran kehormatan, sementara agama hanya dijadikan kedok dan formalitas belaka.
Hanya sekedar corat_coret.✏
Yyn_