Sabtu, 29 Agustus 2015

HINAAN DAPAT MELATIH KESABARAN

Sebagian dari diri kita, terkadang tidak terima apabila ada sikap dan tingkah laku seseorang yg membuat diri kita merasa direndahkan, dilecehkan, bahkan dihina, kita akan merasa tersinggu dengan perlakuan orang2 tsb. namun bagi orang2 yg mengerti dan menyadari bahwa apapun perlakuan buruk orang lain itu adalah sebuah ujian dari Allah, sebagai cara Allah untuk menguji diri nya dari tingkat kesabaran, maka dia pun tidak akan terpengaruh dgn perlakuan buruk orang lain pda dirinya. Bagi saya dihina itu sesuatu yang sangat wajar dan sangat manusiawi, karena nabi kita sendiri saja sebagai manusia yg sempurna, yg sudah dijamin nasibnya di akhirat nanti, tapi masih tidak luput dari cacimaki dan hinaan, bahkan jauh lebih berat dari cacimaki dan hinaan yg kita alami sekarang, apa lagi kita hanyalah manusia biasa yg dari segi ahlak dan keImanan amat sangat jauh dibawah beliau, tentu tidak luput dari kelemahan dan kekurangan, jadi cacimaki dan hinaan tidak perlu disikapi dgn cara emosi apalagi merasa dendam, justru sebaliknya" kita harus jadikan hinaan dan cacian sebagai ladang pahala untuk kita, sekaligus sebagai cara kita untuk melebur ego dan kesombongan yg ada dihati, bila seseorang terbiasa dihina, maka diapun akan terbiasa menahan diri nya dengan kesabaran, inilah latihan mengendalikan nafsu, nafsu dari sifat2 amarah yg mencemari hati dan fikiran kita.

Saya teringat kata2 hikmah dari syekh ibnu atohila islandari, beliau pernah berkata" jangan anda binggung dengan sikap dan perlakuan manusia, karena demikianlah Sifat dan watak dunia. Selagi kita masih hidup di dunia ini, maka Allah akan menguji kita dengan berbagai macam problematika kehidupan, karena kita masih terikat ruang dan waktu dunia. Terkecuali jika kita sudah tidak hidup di dunia ini lagi, maka Allah pun tidk akan pernah menguji kita lgi.

Hanya sekedar corat_coret.
Yyn_

Tidak ada komentar: