Jumat, 15 April 2016

TENTANG WANITA BERHIJAB (JILBAB)

Akhir-akhir ini mulai banyak kita jumpai para wanita mengenakan hijab, banyak ragam dan fariasi hijab yg berkembang dimasyarakat kita, ada hijab syar'i, hijab modern dan lain2, saya kira ini bagus,! berpulang apakah ini suatu kesadaran beragama yg mulai meningkat atau hanya sebuah trend atau gaya hidup, haruslah diberi apresiasi positif, namun ada beberapa catatan yg menurut saya harus dijadikan acuan para wanita agar berhijab, dan ini menurut pengamatan saya sebagai seorang muslim yg masih sangat awam..😁✌

Menurut saya wanita muslim itu mesti berhijab dan itu wajib, banyak ayat2 dalam Al Quran yg memerintah wanita muslim mengharuskan menutup aurat dan mengenakan hijab, namun dalam praktiknya masih banyak wanita muslim yg masih kurang memahami makna berhijab, batasan2 yg harus dipenuhi agar sah dalam berhijab menurut ketentuan syariat, hal ini tentunya tidak terlepas dari perkembangan jaman, sehingga melahirkan pakaian-pakaian hijab yg terkadang lebih mementingkan selera individu dan mengesampingkan syariat, tidak jarang pakaian-pakaian hijab yg masih menonjolkan lekuk tubuh dan ini menodai makna hijab itu sendiri.

Wanita berpakaian hijab itu baik, karena hijab dapat menyaring tingkah laku, minimal menjadi dasar ahlaq, kadang kita berfikir" banyak wanita berpakaian hijab tapi memiliki ahlaq dan tingkah laku yg kurang baik, bahkan sangat buruk, lebih buruk dari wanita-wanita yg tidak mengenakan hijab, perlu disadari, antara kewajiban berhijab sebagai wanita muslim, dan berahlaq sebagai sorang muslim itu berbeda dan terpisah, berhijab itu suatu kewajiban dalam wilayah syariat, dan mutlak harus dijalankan, artinya jika seorang wanita itu sudah akil baligh dan menyatakan diri sebagai seorang muslim, maka dia harus memenuhi kewajiban-kewajiban sebagai layaknya seorang muslim, seperti shalat, zakat puasa, naik haji bgi yg mampu, termasuk berhijab bagi seorang wanita dan itu wajib, bila ditinggalkan akan berdosa, sementara ahlaq dan tingkah laku yg baik itu suatu kewajiban dalam wilayah Hati yg untuk mencapainya memerlukan proses waktu, dan tergantung dari pemahaman ilmu agamanya, karena baik buruknya ahlaq dan tingkah laku seseorang itu adalah perkara hati yg sangat dipengaruhi oleh pemahaman agamanya, jika seseorang itu mengerti dan paham tentang ilmu agama, maka pemahaman agama itu akan meresap kedalam hati nya, sehingga akan terpancar dalam gerak dan tingkahlaku nya, karenanya jika hatinya baik maka tingkah lakunya pun baik, dan itu butuh proses waktu dan pemahaman agama nya, seperti halnya orang shalat, apakah bisa menjamin bahwa orang yg shalat itu berahlak baik,? mungkin kita berpikir "ngapain shalat kalau ahlaq dan tingkah lakunya masih tidak baik, mending gak usah shalat saja sekalian", saya kira itu kata-kata sesat yg dikipas-kipasi oleh hawanafsu, Kenapa seperti itu, karena shalat itu kewajiban dalam wilayah syariat seperti halnya berhijab yg mesti harus dijalankan, semetara baik buruknya ahlak dan tingkah laku seseorang itu wilayah hati yg untuk mencapainya membutuhkan proses waktu, Jdi kita harus bisa membedakan kewajiban2 syariat yg mutlak harus dijalankan dengan kewajiban berahlak baik yg harus "diusahakan" namun memerlukan proses waktu. Memang idealnya wanita yg mengenakan hijab sebaiknya tidak hanya sibuk menata hijabnya agar tampak lebih menarik, tapi harus juga diimbangi oleh pemahaman ilmu agama yg baik, sehingga akan berpengaruh kepada ahlaq dan tingkah laku yg baik, dan semakin dia mengerti dan paham tentang ilmu agama, maka akan semakin sederhana pula cara berpakaian hijabnya..

Apapun niat dan motivasi wanita perpakaian hijab, baik atau buruk, kembalikan saja semuanya kepada Allah, toh hanya Allah yg tau niat hati seseorang dalam berhijab, mungkin saja Allah masih menakdirkan mereka sebatas itu, dan kita tidak boleh berburuk sangka.

Hanya sekedar corat coret.
_Yyn

Tidak ada komentar: